Langsung ke konten utama

Masih Berjuang

 

Foto:Bunga Melati yang sudah diberantas kehadirannya oleh mamakku. Hanya tersisa fotonya.

Semakin semesterku bertambah, semakin naik pula tingkat insecure ku. Apalagi jika bukan karena kemampuan speaking yang tak kemana-mana. Iya aku memang tak suka jadi pusat perhatian. Aku tak suka keramaian. Itulah yang membuatku merasa insecure. Ditambah aku baru mengetahui jika di kelas ada strata berdasarkan kecerdasan. Makin menjadilah insecure ku.

            Sebuah hal yang miris bagi aku, sudah semester atas namun kemampuan speaking biasa saja. Huwaa, berat sekali mengejarnya. Memulai lagi, belajar lagi, rasanya antara malu dan terpaksa.jika tidak belajar sekarang efeknya bisa untuk hari depan.

            Aku jadi teringat alasanku memilih jurusan ini dulu. Sesederhana dan semulia itu nyatanya tak seindah itu.

Tak ada cerita atau tips yang akan kubagi, kemampuanku masih biasa-biasa saja hingga membuatku malu sendiri membahas kemampuanku. Masih jauh dari kata mahir. Huwaa, rasanya ingin menangis.

baiklah, usaha yang aku lakukan saat in adalah mendengarkan podcast dari BBC English  dan VOA English enggak tahu kenapa favorit banget sih. selain itu, membaca novel Shidney Sheldon, lalu melihat Phonetic untuk mengucapkan kata  dengan benar. tidak hanya itu, aku juga mencoba menulis dalam Bahasa Inggris dan memperbaikinya di Grammarly, kadang juga mengajak asisten google berbicara. dan terkadang sambil cuci piring ngomong Bahasa Inggris secara random.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.