Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Semester Lima

 Sebentar lagi semester lima usai. Tak terasa memasuki semester tua. Kekhawatiran semakin menjadi-jadi. Tugas tambah banyak, makin stres, mulai banyak pikiran. Aku rasa semua yang kuliah pasti ngerasai hal itu. Bahkan senior udah mewanti-wanti jauh jauh hari.  "Nanti dek, kalau udah masuk semester lima pikirannya udah mau nikah aja itu gara-gara banyak tugas," Ada benarnya, ada juga salahnya. Benar karena dialami teman-temanku sendiri. Salah, karena aku enggak punya pikiran mau nikah muda.  Teman-teman dekatku kayak Arizka, Hanum sama Ifah. Udah bahas masalah nikah tuh. Apalagi Hanum sama Arizka udah punya pacar. Ya salam, aku dengernya puyeng. Aku yang kerjaannya jadi fangirl ini merasa terasingkan. Setiap ada tugas pasti ngomong,"Dah lah nikah aja,". Padahal nikah nambahi masalah kalau belum siap. Ada-ada aja emang. Mungkin juga umur 20 atau 21 lagi menggebu-gebunya perasaan itu kali ya. Enggak tahu juga lah aku. Entah pun karena udah bucin kali sama pacar. Ya en...

Let's talk about depression

Credit :  creativemarket.com via pinterest  Tak henti-hentinya aku menulis tentang kesehatan mental. Selain karena menarik tentu saja karena punya hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di zaman ini, meskipun teknologi berkembang pesat tetapi kita cenderung sulit mengontrol perasaan. Kita jadi mudah merasa insecure   melihat pencapaian orang lain, diam-diam merasa iri, sometimes merasa enggak bersyukur dengan yang kita punya. Apa aku depresi? Ya enggak lah. Kalau aku depresi ya enggak akan ada tulisan ini wkwkkwk. Hari ini aku mau ngebahas tentang depresi yang mungkin sering kita dengar. Atau jangan-jangan kita sendiri pernah self-diagnosis  diri kita sendiri depresi? Apa sih definisi dari depresi itu dan apa akibatnya jika kita depresi? Secara singkat definisi depresi yaitu perasaan murung yang berkepanjangan. menyebabkan kita tak memiliki kemauan untuk melakukan rutinitas kita. kita bisa dikatakan depresi jika:  Perasan murung yang kita rasakan ter...

Perhatian: Tulisan Agak Sensitif!

  Credit:  quranforkids.com  via pinterest      Tulisan tentang agama bukanlah keahlianku. Tak berani aku menulisnya meskipun membaca beberapa referensi. Entahlah, aku sendiri tak tahu bagaimana. Mungkin juga karena fenomena saat ini bahwa yang beragama harus selalu berbuat kebenaran tidak boleh salah. Disana-sini koar-koar ini cara ke surga, itu neraka, merasa paling benar dan ah sudahlah. Kenapa jadi menghujat? Astaghfirullah, kayaknya menulis ini perlu banyak istighfar sama baca bismillah banyak-banyak lah biar enggak nambah dosa.   Berikut adalah apa ya bagusnya dibilang kritik tentang penganut agama kali ya. Ngomong-ngomong bukan berarti aku enggak suka ajaran agama loh ya. Islam itu benar, tetapi muslim bisa salah. Kalau kata Khabib Nurmagedov (Tahu lah kalian dia itu siapa)   "Orang Non-Muslim tidak membaca Al-Qur'an, mereka tidak membaca Hadist. Yang mereka baca adalah dirimu, maka jadilah cerminan islam yang baik ."  Sedangkan d...

Psikosomatik

  credit:  therumpus.net  via Pinterest Hai, sepertinya aku sudah banyak ketinggalan menulis blog. Tanpa banyak berbasa-basi kali ini aku mau nulis tentang mental health issue . Belakangan ini rame banget bahas mental health issues . Kalau dipikir-pikir, pembahasan tentang mental health issues penting terlebih di pandemi saat ini. Terlebih karena banyak orang yang menanggap pembahasan tentang kesehatan mental itu enggak sepenting kesehatan fisik. Atau ada orang yang mau ke psikiater/psikolog dikira gila. Tetapi, sadar enggak sih kalau kesehatan mental itu berhubungan dengan kesehatan fisik.  Dengan kata lain, kalau mental kita sakit ya otomatis fisik kita juga ikut sakit. Hal itu menyebabkan kita terkena gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik adalah keluhan fisik yang dipengaruhi oleh pikiran. Simpelnya sih begitu. Gangguan psikosomatik bisa dialami siapa saja baik itu tua ataupun muda. Gangguan psikosomatik biasanya   muncul karena perasaan seperti tak...

Teman di Rantau Part 2

  Ini bagian dua dari tulisan sebelumnya. Selain Arizka, aku puya beberapa teman lagi selama di Medan. Ada teman sekelas dan ada juga yang tidak. Mereka semua sudah dekat seperti saudara bagiku.  1.   Hanum adalah manusia yang pakai baju selalu nabrak warna. Sedikit manja, sedikit petakilan, sedikit boros namun lembut hatinya. Kami sudah dekat sejak semester satu. Meski sekarang dia sudah tidak sekelas denganku lagi, namun dia masih sering main ke kosku. 2.   Hafsoh dia anak yang baik dan taat beragama. Dia selalu berkata baik, tak pernah mengumpat. namun, sering enggak percaya diri di kelas. 3. Ifah, anaknya super santuy kalau ngerjain tugas. Tim deadline garis keras. Puitis, sensitif, sedikit cerewet. 4. Mereka adalah dua kakak angkatku di Medan. Kami sering jalan-jalan bareng. Kak Rani (sebelah kiri) sering menginap di kosku. ada kejadian lucu sih sewaktu aku, kak Tia (yang tengah), aku, dan dua teman kak Rani lainnya ke bioskop unttuk menonton J...

Tentang Teman

  Kali ini aku mau menulis   pendapatku tentang pertemanan. Mungkin agak sedikit berbeda dari pendapat kebanyakan orang atau malah sama. Enggak tahu juga. Tulisannya kelihatan enggak niat ya? Kalau iya, mohon maaf   banget aku kehilangan ide dengan bahasan tentang teman. Bukan berarti aku enggak punya teman sama sekali atau enggak pandai berteman. Aku hanya jaga-jaga agar kejadian penghianatan enggak terjadi lagi. Terlalu baik kepada orang juga enggak bagus kan? Menurutku kita semua berteman karena kecocokan kepentingan. Contohnya seperti entah karena kita suka dengan musisi tertentu, suka nonton drakor, suka bahas agama, suka ikut lomba tulisan akademik, suka jadi relawan dsb. Nah, dari kecocokan kepentingan itu kita berteman dekat dan menjadi sahabat. Disitulah kita saling mengenal satu sama lain dan menjadi dekat. Namun, kedekatan ini hanya sampai di saat masih adanya kepentingan itu. Jika berpisah belum tentu memiliki komunikasi sebagus saat masih bersama. Bisa jadi...

Teman di Rantau part 1

  sumber: Dokumentasi Pribadi Aku tidak punya San Fransisco untuk kuceritakan tapi aku punya Kota Medan. Aku tidak ingin menulis ini terlalu berlebihan dengan banyak pemanis. Tidak, ini bukan kisah cinta namun dari sisi pertemananku di Tanah Medan. Aku menemukannya sebagai bagian dari perjalanan ku meraih gelar sarjana. Aku mengenalnya sebagai teman sekelasku sewaktu semester satu dan mulai dekat sewaktu semester dua. Di semester tiga drama kami ada, namun setelah drama itu kami malah semakin dekat.  Di semester lima, ini kami bagai saudara tanpa rasa sungkan. Namanya Arizka, entahlah aku bisa dekat dengan anak batak satu itu. Perbedaan sifat kami kontras, dari sifat Arizka yang blak-blakan dan sensitif yang membuat kami sering debat. Walaupun begitu, kuakui Arizka cukup baik memahamiku. Setiap ada pertengkaran dia selalu mengalah ataupun kebalikannya. Komunikasi antara aku dan Arizka bisa dibilang bagus, karena setiap ada yang ganjil langsung dibicarakan. Dia dan aku punya ...

Tak bisa berkata, kasih lagu aja

        Tak terasa aku sudah memasuki semester lima perkuliahan. Memasuki semester atas katanya. Iya semakin banyak tugas menumpuk dan beban pikiran. Itu tandanya sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman dekatku semasa kuliah. Entah apa yang akan terjadi di masa depan, entah saling melupa atau tetap mengingat. Aku tak tahu, nyatanya semua jadi misteri yang memang belum bisa terpecahkan.             Terlalu banyak kenangan selama aku di tanah rantau. Teman-teman dekat yang seperti saudara Tidak bisa kubayangkan jika di masa depan berpisah mengejar mimpi masing-masing. Kenangan itu akan tetap ada, bagaikan harta karun yang berharga. Meski kita semua tahu hal klise dari pertemuan adalah perpisahan. lebih parahnya karena jarak kita malah jadi salah paham.             Ngomong-ngomong sulit sekali menulis tentang pertemanan. Bukan karena aku tak perc...

Aku dan Friendzone

     Friendzone. sebuah istilah yang dekat dengan anak muda baik itu remaja atau dewasa muda. Entah karena baca novel-novel young adult , entah gara-gara nonton film Thailand berjudul sama, atau gara-gara lagu mendengar lagu galau, atau karena merasa nyaman. Setiap orang pasti beda-beda penyebabnya. Paling kebanyakan sih karena nyaman, merasa cocok, merassa satu frekuensi dan boom merasakan sendirian. Enggak enak banget merasakan senidiran! Iya, memang enggak enak kok hiks hiks.      Wikipedia bilang friendzone biasanya berkaitan erat dengan yang disebut nice guy syndrome atau sindrom lelaki baik. [1] Yang mana biasanya laki-laki merasa sudah melakukan yang terbaik untuk cewek incarannya. Si cowok berharap si cewek akan menerima cintanya atau membalas perasaanya karena sudah selalu ada untuk si cewek.   Sedangkan si cewek merasa si cowok memang baik ke semua orang. Selengkapnya bisa baca di wikipedia. Ah, lebih gampangnya friendzone itu kayak kisa...

Puisi yang Ditulis tahun 1992

Aku menyelundupkan buku harian almarhum bapakku saat mamakku beres-beres. Sungguh tindakan tidak terpuji. Tetapi, dari situ aku tahu bahwa aku sadgirl sejak embrio wkwkwk. Sebelum ketemu mamak, bapak ternyata sadboy karena jadi pengagum rahasia. Kurang ajar sekali aku mengatai bapak sendiri sadboy. Sadboy masa muda tapi bahagia lahir bathin di masa tua eeaakk.  Ini adalah puisi yang ditulis tahun 1992, saat SMA. Entah kepada siapa puisi ini ditujukan aku tidak tahu. Tak ada nama jelas yang ada hanya inisial tertulis disana. Sebelum bertemu mamakku tahun 1998, sadboy sekali. Namun setelah ketemu mamakku, dunianya berubah katanya. Enggak ada orang yang seperti mamakku, intinya bersyukur kali hidup bersama mamakku.  Ini puisinya: ------ Mengejar Bayangan Setiap tarikan nafasku Setiap detak jantungku Wajahmu selalu bersemayam di kelopak mataku Aku berlari terengah-engah Nafasku memecah kesunyian Mengejar bayangmu Mengapa kau berlari? Mengapa kau paling kan wajahmu? Aku berikrar, a...

Hubungan Keluargaku baik-baik Saja, Tidak Ada Hal Istimewa

credit:pinterest Hari ini aku mau menulis tentang hubunganku dengan keluargaku seperti tema di minggu ini. Hubunganku dengan keluargaku baik-baik saja. Sebenarnya aku kurang suka menulis atau membicarakan tentang keluargaku. Persoalan keluarga bagiku sangat personal, lebih baik disimpan. Tak jarang, kalau membahas tentang keluarga aku akan menangis dan aku benci kalau aku menangis. Bukan bermaksud memendam emosi negatif tetapi aku sulit menenangkan diri kalau sudah menangis, parahnya bisa enggak semangat berhari-hari. Iya, aku mencoba jujur di blog kali ini, sulit kayaknya. Aku beneran menangis loh menulis ini, kalian yang membaca jangan menangis ya soalnya aku enggak ada untuk menenangkan kalian wkwk. Keluargaku sederhana, kami bukan orang kaya. Bisa dibilang kami cukup dan masih bisa berbagi ke orang lain. Mungkin ini yang disebut berkah, ya kan?   Sekarang keluargaku terdiri dari tiga orang: aku, mamakku dan adikku. Bapakku meninggal setahun lebih mungkin aku lupa, Agustus tah...

Antara Aku dan Istilah Wibu

            Taki dan Mitsuha   Credit: pinterest   artstation Istilah wibu pasti udah sering banget kita dengar di medsos atau mungkin kita sendiri yang mengatai teman kita wibu. Kok   malah bahas wibu sih? Apa aku wibu? Ya bukanlah. Dangkal banget mengataiku wibu karena sering posting lagu Jepang. Beda dong! Jadi tujuan tulisanku kali ini selain pembelaan ya pengetahuan wibu itu apa sih? kok bisa ada istilah itu.? Singkatnya wibu sendiri berarti seseorang (bukan orang Jepang) yang sangat terobsesi dengan hal-hal berbau Jepang seperti anime atau manga. Bahkan yang lebih ekstremnya mereka yang dikatakan wibu ini mengurung diri di kamar (asosial) hanya untuk menonton anime, membaca manga, membayangkan waifu 2D nya, di kamarnya penuh dengan gambar-gambar waifu atau husbunya, meremehkan budaya sendiri tapi menjunjung budaya Jepang, sering menggunakan bahasa jepang saat mengobrol sehari-hari, berperilaku seolah-olah orang Jepang ...

Cerita Kurang Referensi tentang Social Media Detox

  credit pictures: pinterest Belakangan ini kita pasti sering mendengar istilah social media detox entah itu di youtube atau di platform lainnya. Ngomong-ngomong social media detox itu apa? kenapa banyak orang yang melakukannya? Dan apa keuntungannya? Haha, awalnya aku juga bertanya begitu kepada diriku sendiri. Sampai enggak sengaja menonton sebuah video youtube yang tiba-tiba muncul di beranda. Lalu, kepo sama istilahnya dan melakukannya, kalau boleh pamer nih ya. Ini hari ke delapan aku enggak buka akun instagramku. Singkatnya social media detox itu tidak menggunakan akun sosial media dengan jangka waktu tertentu. Kalau mau definisi yang lebih jelasnya bisa cek di Google. Social media detox ini bisa dilakukan selama seminggu, sebulan, setahun atau jangka waktu yang lebih lama lagi. Ada yang melakukannya karena coba-coba, ada juga yang karena merasa waktunya terbuang, ada juga yang melakukannya karena memiliki gangguan kecemasan seperti insecure, anxiety, self-comparison, ov...