Langsung ke konten utama

Namanya Hafsoh

 



 

    Gibahin orang itu dosa. Semua orang pasti tahu dan sepakat membenarkannya. Dan anehnya malah ada rasa nikmat gibahin orang, Astaghfirullah. Tetapi, jika gibah kebaikan orang sepertinya tidak dosa. Malahan orangnya terhindar dari sifat membanggakan diri. Hal itulah yang ingin kutulis kali ini memang ingin menggibahi teman dekatku. Iya orangnya yang ada di foto di atas tulisan.itu foto yang diam-diam diambil tanpa sepengetahuanku. Baiklah ayo mulai gibah, kupastikan kalian enggak dosa baca ini.

    Tiga tahun aku mengenalnya, aku sudah cukup paham sifatnya. Mungkin teman-teman di kelasku tidak semua tahu sifatnya. Iya dia orang yang sepertinya disepelekan di kelas kami. Sering gugup kalau presentasi. Alhasil jarang yang mau menerima jika sekelompok sama dia. berbicara kelemahan, kita semua sepakat tak ada manusia yang sempurna.

    Ada hal-hal baik dari dia yang tak kudapatkan di diri orang lain. banyak yang tak tahu jika dia bisa memijit orang. Bukan tanpa alasan, dia pernah menghabiskan waktu setahun untuk menuntut ilmu di bidang pengobatan herbal. Sayangnya, dia enggan memamerkan kelebihannyanya.

    Aku seringkali dibuat kagum olehnya. Bagaimana tidak? Dia memiliki ilmu agama yang mumpuni. Walau dia acap kali merasa kurang dengan ilmu yang dimilikinya sehingga dia tak pernah mau mengajari orang lain. bukan karena pelit ilmu, namun ia takut menjerumuskan orang lain jika dia salah mengajarkan ilmu.

    Masalah duniawi, barangkali dia kalah, tetapi masalah akhirat sepertinya dia menang. Bukan menang karena melawan orang-orang yang lebih saleh darinya. Namun, menang melawan rasa hati ingin memamerkan kelebihan.

    Dia juga orang tersabar yang pernah kutemui. Ia tak pernah kelihatan mengeluh. Bercerita keluh kesah hidupnya pun tidak. Jika sedih ia selalu mendengarkan solawat dan memanjatkan doa pada Allah. Dia juga sering menasehati untuk selalu dekat dengan Allah.

    Memang, tak semua orang tahu seseorang itu istimewa. Namun, jika kita berada di tempat yang tepat, yang istimewa tetaplah istimewa. Mungkin, temanku tak memenuhi standar kecantikan pada umumnya namun masalah kecantikan hati dia juaranya. Dia tak mau mengakui itu, tetapi aku mengakuinya.

 

#3oharingeblog

#mingguke2tema4

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.