Langsung ke konten utama

Lirik Lagu Tanpa Nada

 

Ada yang mau berbaik hati menciptakan nada untuk lirik ini? Biar jadi lagu maksudnya wkwkwk.



Sedikit cerita waktu itu, aku iseng menulis. sembari menyanyikan tulisan dengan nge-rap. Namun, akhirnya aku sadar aku enggak bakat jadi penyanyi. mungkin kalau menyumbang lirik masih bisa lah. jadi, ini lirik lagu tanpa nada yang kubuat pada tanggal 23 Febuari 2021:


1. sayup-sayup ku dengar derap langkahmu ,

apa kau masih ingin bungkam?

matamu yang sayu,

senyummu yang kian memudar

dapat kubaca isyarat yang tersirat

meski tanpa kata

    2. secangkir teh yang dingin tanpa kau sentuh

    andai kau mau berbagi cerita denganku

    aku pasti ada

3. aku mungkin tak bisa menandingi hangat mentari

atau mungkin rembulan saat malam yang temaram

tetapi aku pastikan berada di garis terdepan

untuk mendengar keluh kesahmu

   4.  tak mengapa jika kau tak percaya aku

    aku takkan memaksa

    jaga hatimu agar baik-baik saja

    karena hatimu berharga


penjelasan: 

pada bagian nomor 1, tokoh aku sedang mengamati perubahan sikap temannya. hal-hal yang hanya dilakukan saat seseorang sedih. seperti mata sayu dn senyum yang memudar. bagian ini seperti lagu one more light punya Linkin Park.

bagian nomor 2. teman dari si tokoh aku sangat menyukai teh. namun entah mengapa teh yang disuguhkan si tokoh aku berakhir dingin tanpa disentuh. si tokoh aku ini berharap sembari memberi pernyataan bahwa kapanpun temannya butuh teman untuk mendengar dia akan ada.

bagian nomor 3, si tokoh aku meyakinkan temannya bahwa ia akan selalu ada untuk temannya meski dia tahu dia tak sempurna

bagian nomor 4, tokoh aku tak ingin memaksa temannya bercerita namun hanya berpesan untuk menjaga hati.

intinya lirik ini menceritakan seseorang yang akan selalu ada mendengar keluh kesah temannya. apapun itu.

jadi, ada yang niat buatkan nadanya enggak? biar jadi lagu hehehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.