Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Lubang di Hati

  Lubang di hati, kayak judul lagu milik band yang terkenal tahun 2000-an ya. Iya, tulisan ini terinspirasi dari lagu itu. Pernah merasa gak sih? Hidup yang acak-acakan, serba enggak jelas dan dikelilingi kegelisahan? Kayak ada lubang di hati yang kita sendiri enggak tahu harus diisi apa. Harus diisi dengan pasangan atau Tuhan, kita juga enggak tahu. Kita jadi bimbang dan bingung enggak karuan. Hari-hari kita enggak semangat atau melakukan apapun  hanya sekedarnya. Kita mencari dan terus mencari jawabannya. Mesti kelihatannya kita baik-baik saja, tetapi kayak ada yang kurang dalam hidup. Anehnya, semakin kita mencari kita enggak ketemu. Kita bergantung pada waktu untuk menunggu jawaban. Sampai pada akhirnya, yang kita cari tak kemana-mana. Letaknya di hati, sesuatu yang selana ini kita tinggalkan atau abaikan atau malah kita yang enggak peka.  Segala gundah gulana, hanya Dia lah obatnya. Hanya Dia yang mampu memberi ketenangan meski hingar bingar dunia membuat kita lupa d...

Keluh Kesah Tak Berfaedah

Baru saja potongan memori terlintas. Namun, bukan berarti aku ingin kembali ke masa itu. Mungkin, beberapa orang tahu aku pernah di fase friendzone. Uuh, sakit sih tapi ada hikmahnya. Tetapi, kita semua tahu jika jatuh cinta sepaket dengan rasa kecewa dan patah hati. Bukan patah hatinya yang harus disesali, tetapi hikmah apa yang harus kita petik dari episode patah hati kita.  Kita semua pasti tahu kalau beberapa orang ditakdirkan Tuhan hanya beberapa episode dalam hidup kita. Kalau dulunya dekat dan sekarang udah jauh. Sederhana sih, episode dia dalam hidup kita sudah berakhir. Aku mau cerita keluh kesahku malam ini. Aku bukan enggak bisa move on ya dari seseorang yang menurutku baik banget. Ada banyak hal yang membuatku tertarik dengannya seperti: dia itu misterius(aku jadi ingin memecahkan teka-teki mengapa dia misterius), dia jago main gitar(aku pernah minta dia nyanyiin lagu Amin Paling Serius), dia humoris, dia unik dan hal yang paling kusuka dia adalah pendengar yang baik. ...

Harusnya 30 bukan 18

 Harusnya ini hari hari ke tiga puluh ngeblog. Tapi, apalah daya banyak ide tapi malas ngetik. Berawal dari seminggu yang lewat sibuk PPL 1. Hahaha, ujungnya jadi malas nulis. Alhasil, banyak tertinggal. Kalah rajin sama kak Ussy wkwkw.  Intinya Terima kasih sama kak Isma yang sudah buat ini. Apa sih istilahnya acara bukan? Ide aja mungkin ya kita bilang.  Aku kenal kak Isma gara-gara Kak Ussy nawari buku yang ditulis kak Isma. Ya aku beli, tetapi ngambilnya di sekretariat LPM Dinamika. Waktu itu Kak Isma lagi ada acara, aku nunggu di luar. Agak lama kak Isma pun keluar. Aku pribadi enggak terlalu tahu sifat kak Isma. Tapi, yang kutahu dia unik, Pemikirannya enggak ketebak, baik, cerdas dan selebihnya orang terdekatnya yang tahu. Tiga puluh hari ngeblog adalah tantangan paling gereget bagi manusia prokastinator kayak aku. Tiga puluh hari nulis aja keter, apalagi ngeblog. Apalagi ngeblog itu susah cari materi yang mau ditulis. Sampai aku baca beberapa buku sebelum nulis wk...