foto: Jendela kelasku haha
Tak
kusangka saat ini aku sudah berada di semester enam perkuliahan. Aku harus
bangga jika aku masih bertahan sampai sejauh ini. Tentunya tugasku ke depan
semakin berat dan memeras otak. Iya udah mulai membahas metode kualitatif dan
kuantitatif. Untuk kuliah, semua orang pasti punya perjuangan. Aku juga walau
tidak terlalu berat menurutku.
Tamat
SMK, aku berniat untuk kerja atau mungkin mengikuti pelatihan. Otakku sudah malas
untuk melanjutkan jurusanku sebelumnya. Iya, jurusanku Rekayasa Perangkat Lunak
membuatku malas kuliah. Aku sudah muak dengan bahasa pemrograman dan sejujurnya
aku tak jago matematika. Aku menganggap aku salah jurusan waktu SMK. Terbukti
aku lebih sering mendapat nilai tinggi di mata pelajaran Bahasa dibanding
jurusanku. Miris tapi nyata. Aku juga bukanlah anak yang punya prestasi yang
bisa dibanggakan. Bahkan, meskipun aku dulunya adalah bendahara penanggung
jawab SPP teman-teman kelasku, anak-anak kelas lain belum tentu mengenalku. Aku
tidak terkenal, hah tidak beruntung sekali. Bahkan orang yang kukagumi selama
tiga tahun di SMK juga belum tentu mengenalku.
Awalnya
aku tidak berpikir kuliah, namun karena teman TK-SMK ku mencoba kuliah. Aku pun
mendaftar UMPTKIN seminggu sebelum pendaftaran tutup. Aku ujian tanpa persiapan
apa-apa. aku bahkan tidak mengetahui Bahasa Arab. Aku menjawab hanya
bermodalkan ingatan sewaktu sekolah di MTS dan pelajaran agama. Alhasil, aku
tidak lulus UMPTKIN. Mungkin passing grade Bahasa Inggris terlalu tinggi.
Singkat
cerita, aku mencoba jalur mandiri UINSU dan alhamdulillah lulus di jurusanku
yang sekarang. Bahagaia sekali jurusan impian sejak MTs akhirnya terwujud.
Dan
ternyata tidak semenyenangkan itu, kemampuanku jauh sekali rupanya. Aku harus
menegjar ketertinggaalan. Sayangnya distraksi ini malah membuatku tak
kemana-mana. Hingga saat ini aku hanya bisa berkomunikasi menggunakan Bahasa
Inggris melalui tulisan bukan dengan lisan. Miris sekali.

Komentar
Posting Komentar