Suatu budaya yang mengakar menjelang lebaran adalah beli baju baru. Mau mall besar, mau pajak, mau toko, mau online shop penuh pembeli. Seakan kalau enggak punya baju baru lebaran ada yang kurang. Jadi, intinya mau lebaran atau pamer baju? Kalau itu tergantung hati orang sih gak berhak aku menghakiminya.
Terkhusus tahun ini, aku dan mamakku sepakat enggak beli baju lebaran. Semenjak bapak enggak ada, kami lebih sederhana dalam hidup. Salah satunya ya karena tahu apa yang kita punya akan dimintai pertanggungjawaban. Ngeri-ngeri sedap kalau bahas itu.
Apa ya kita sibuk beli baju baru tapi jarang dipake. Nangis itu bajunya. Menuh-menuhu lemari juga hei. Aku enggak niat menghujat, aku bukan malaikat. Enggak punya hak menghujat orang lain. Tetapi tulisan ini bermaksud agar kita berhati-hati dengan apa yang kita miliki. Karena kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Jadi tim enggak beli baju baru itu keren. Tetapi tim yang beli baju lebaran juga keren selagi bisa dipertanggungjawabkan.
See you dari aku yang suka nulis disaat gabut
Komentar
Posting Komentar