Langsung ke konten utama

Keinginan Menjelang 21 Tahun

 

    Aku sudah hidup di dunia ini selama dua puluh tahun. Berbagai macam rasa sudah kualami. Senang, sedih, kehilangan dan yang paling parah trauma. Dari semua hal itu mengajarkan satu hal, hidup harus menerima. Seperti kata Dee Lestari, “Pilihan terbaik adalah menerima, menolak dan menyangkal Cuma buat kamu lelah,”.

    Menjelang dua puluh satu tahun, keinginanku makin sederhana. Aku tak mau muluk-muluk menginginkan banyak hal di dunia ini. Banyak mau tetapi tidak ada usaha buat apa. Di umur ku yang sekarang, keinginan pertama ku aku hanya ingin dekat dengan Allah. Ingin memperbaiki ibadah dan juga belajar ilmu agama lebih dalam.Setelah kehilangan Bapak yang kayak nya seperti mimpi dan butuh hampir dua tahun untuk menerima kepergian nya. Aku sadar, manusia hidup hanya sementara,lalu mau mengejar apa? kalau tiba-tiba mati gimana? 

    Keinginan kedua, ingin fokus mencintai diri sendiri. Setelah mendapat pelajaran berharga dari seseorang yang ku kagumi diam-diam selama tiga tahun kuliah. Nyatanya dia hanya menganggap ku tak lebih dari teman sekelas. Ternyata orang yang selama ini ku kagumi tidak sebaik yang ku kira. Aku kira sering bertukar cerita membuatku mengenalnya rupanya aku hanya mengenal kulit luarnya. Saat aku menyatakan perasaan ku, aku dianggap bercanda. Setidaknya aku tak menyimpan beban ini hingga dia wisuda haha. Rasanya aku ingin mengucapkan terima kasih dan memaki padanya. Tiga tahun yang pada akhirnya membuka mataku, aku lupa mencintai diriku sendiri.

    Keinginan ketiga, ingin bisa Bahasa Inggris dengan fasih. Meskipun aku sudah berada di jurusan Bahasa inggris. Nyatanya tak membuatku fasih, yang ada malah merasa tidak berguna. Berada di lingkungan orang-orang yang memiliki prestasi luar biasa membuatku minder. Mungkin karena aku yang tak memiliki keberanian untuk bicara dan usaha ku yang kurang. Next, coba lagi.

    Keinginan keempat, ingin bisa Bahasa Jepang. Menulis yang ini takut dicap wibu. Aku bukan wibu, otaku juga bukan, hanya seorang yang suka nonton anime. Enggak tah kenapa bersikeras ingin bisa Bahasa Jepang, kayak ya asik aja gitu haha.mungkin karena sering mendengar lagu-lagu Jepang. Kalau suruh memilih anime atau drama, aku akan pilih anime.

#blog14hari #harike1 #berpikir 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.