Ngomong-ngomong soal mimpi, kita semua sebagai
manusia pasti punya mimpi. Apapun itu, semoga impian itu jadi kenyataan. Tetapi,
kalau Cuma bermimpi tanpa ada usaha ya percuma. Bermimpi adalah langkah awal,
langkah selanjutnya adalah usaha dan doa.
Ngomong-ngomong
soal mimpi, aku juga punya mimpi yang belum kesampaian. Saat ini masih
diusahakan serta didoakan agar jadi kenyataan. Tentu saja untuk membahagiakan
diri sendiri. Mimpiku adalah menjadi seorang guru Bahasa Inggris. Sedikit malu
mengakui hal ini, takut kalau-kalau tidak konsisten memperjuangkan nya.
Aku sudah bermimpi menjadi guru aku MTs, entah
mengapa aku merasa masa depanku cerah *wkwkwk. Dari MTs aku sudah memikirkan kemana
akan kuliah, sembari belajar Bahasa Inggris autodidak (Kalian tidak salah baca,
aku tidak pernah les) berbekal lagu-lagu One direction yang diterjemahkan untuk mendapat kosakata baru. Tentu saja mengikuti
official fan page One Direction untuk
melatih skill menerjemahkan. Lalu, membaca buku Bahasa Inggris paket yang
dipinjamkan sekolah. Tentu saja iseng-iseng chat lewat Facebook dengan stranger menggunakan limited vocabulary. Berbekal status Directioner (istilah untuk penggemar One
Direction) chat dengan orang India membahas One Direction. Sampai-sampai aku
bermimpi ingin ke Inggris hanya untuk bertemu One Direction, walau pada
akhirnya enggak kesampaian.
Meskipun sekarang aku sudah berada di jurusan yang
aku rencanakan sejak MTs, namun rupanya ilmu Bahasa Inggrisku masih rata-rata. Terbukti
dengan tes level Bahasa Inggris, level ku masih rendah di atas beginner. Aku masih
kesusahan untuk speaking ya tentu saja karena kurang kosakata dan juga malas ngomong.
Kalau aku enggak bisa speaking, bagaimana aka akan ngomong di depan siswa ku
nanti? Mau enggak mau harus berusaha untuk
bisa.
Di antara empat skill bahasa yang terdiri dari
reading, writing, listening and speaking, hanya speaking yang seperti momok bagiku.
Untuk meningkatkan skill satu itu, aku mendengarkan podcast, menonton video
Tedtalk di youtube, mengikuti channel speaking di telegram, ngomong Bahasa
Inggris sama kawan dekat, kenalan sama orang yang mau belajar Bahasa Inggris, nonton
anime dengan takarir Inggris, baca buku grammar, dll. Namun, semua usaha itu akan
sia-sia jika tidak konsisten.
Mimpiku menjadi guru Bahasa Inggris, sesuatu yang ku idamkan sejak lama. Semoga saja kesampaian. Tetapi,yang paling penting ada usaha, doa dan konsisten. Berhubung kita bukan Takemichi (karakter utama anime Tokyo Revenger) yang bisa balik ke masa lalu terus merubah takdir, kita harus berusaha untuk masa depan.
#blog14hari #harike3

Komentar
Posting Komentar