Langsung ke konten utama

Semester Lima

 Sebentar lagi semester lima usai. Tak terasa memasuki semester tua. Kekhawatiran semakin menjadi-jadi. Tugas tambah banyak, makin stres, mulai banyak pikiran. Aku rasa semua yang kuliah pasti ngerasai hal itu. Bahkan senior udah mewanti-wanti jauh jauh hari. 

"Nanti dek, kalau udah masuk semester lima pikirannya udah mau nikah aja itu gara-gara banyak tugas,"

Ada benarnya, ada juga salahnya.

Benar karena dialami teman-temanku sendiri. Salah, karena aku enggak punya pikiran mau nikah muda. 

Teman-teman dekatku kayak Arizka, Hanum sama Ifah. Udah bahas masalah nikah tuh. Apalagi Hanum sama Arizka udah punya pacar. Ya salam, aku dengernya puyeng. Aku yang kerjaannya jadi fangirl ini merasa terasingkan.

Setiap ada tugas pasti ngomong,"Dah lah nikah aja,". Padahal nikah nambahi masalah kalau belum siap. Ada-ada aja emang.

Mungkin juga umur 20 atau 21 lagi menggebu-gebunya perasaan itu kali ya. Enggak tahu juga lah aku. Entah pun karena udah bucin kali sama pacar. Ya enggak tahu juga.

Intinya aku mau bilang, jangan nikah kalo mau lari dari tugas. Nikah itu nambahi tugas bukan pelarian dari tugas. Menyelesaikan tugas aja susah kayak mana mau menyelasaikan masalah rumah tangga? Entah lah payah bilang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.