sumber: Dokumentasi Pribadi
Aku
tidak punya San Fransisco untuk kuceritakan tapi aku punya Kota Medan. Aku
tidak ingin menulis ini terlalu berlebihan dengan banyak pemanis. Tidak, ini
bukan kisah cinta namun dari sisi pertemananku di Tanah Medan. Aku menemukannya
sebagai bagian dari perjalanan ku meraih gelar sarjana.
Aku
mengenalnya sebagai teman sekelasku sewaktu semester satu dan mulai dekat
sewaktu semester dua. Di semester tiga drama kami ada, namun setelah drama itu
kami malah semakin dekat. Di semester lima, ini kami bagai saudara tanpa rasa sungkan.Namanya
Arizka, entahlah aku bisa dekat dengan anak batak satu itu. Perbedaan sifat kami
kontras, dari sifat Arizka yang blak-blakan dan sensitif yang membuat kami
sering debat. Walaupun begitu, kuakui Arizka cukup baik memahamiku. Setiap ada
pertengkaran dia selalu mengalah ataupun kebalikannya. Komunikasi antara aku
dan Arizka bisa dibilang bagus, karena setiap ada yang ganjil langsung
dibicarakan. Dia dan aku punya kesamaan menyukai green tea dan membeli buku,
dia juga introvert, penonton setia youtube, partner diskusi terbaik tentang
hubungan. Namun dibalik kesamaan itu sebenarnya kami punya banyak perbedaan ya enggak tau kenapa bisa beriringan. Kami adalah planet berbeda di tata surya namun
berada di lintasan yang sama untuk mengelilingi matahari. Kami itu bertolak
belakang dalam segala hal namun berusaha membantu menjadi lebih baik.
Jujur,
aku tak pandai menulis hal semanis ini kepada teman dekatku. Takut kalau-kalau
ujungnya tak indah. Ya semoga tetap indah ujungnya.


Komentar
Posting Komentar