Langsung ke konten utama

Tentang Teman

 

Kali ini aku mau menulis  pendapatku tentang pertemanan. Mungkin agak sedikit berbeda dari pendapat kebanyakan orang atau malah sama. Enggak tahu juga. Tulisannya kelihatan enggak niat ya? Kalau iya, mohon maaf  banget aku kehilangan ide dengan bahasan tentang teman. Bukan berarti aku enggak punya teman sama sekali atau enggak pandai berteman. Aku hanya jaga-jaga agar kejadian penghianatan enggak terjadi lagi. Terlalu baik kepada orang juga enggak bagus kan?

Menurutku kita semua berteman karena kecocokan kepentingan. Contohnya seperti entah karena kita suka dengan musisi tertentu, suka nonton drakor, suka bahas agama, suka ikut lomba tulisan akademik, suka jadi relawan dsb. Nah, dari kecocokan kepentingan itu kita berteman dekat dan menjadi sahabat. Disitulah kita saling mengenal satu sama lain dan menjadi dekat. Namun, kedekatan ini hanya sampai di saat masih adanya kepentingan itu. Jika berpisah belum tentu memiliki komunikasi sebagus saat masih bersama. Bisa jadi malah sering salah paham. Karena jarak dan waktu sahabat dekat kita menjadi terlupakan.

Seiring berjalannya waktu sedekat apapun kita dengan sahabat kita, akhirnya kita pun terpisah. Entah karena pekerjaan, cita-cita atau sahabat kita nikah. Kita semua akan ditinggalkan teman dekat kita. Pada akhirnya kita hanya berteman dengan diri sendiri. Bukan berarti kita enggak perlu teman, kita butuh teman tapi jangan terlalu dekat namun juga jangan terlalu jauh. Selagi bersama buatlah kenangan yang tak terlupakan, ketika tua itu akan menjadi harta karun yang tak ternilai.

 

#30HARINGBLOG

#HARIKE12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.