Langsung ke konten utama

Let's talk about depression


Credit : creativemarket.com via pinterest

 Tak henti-hentinya aku menulis tentang kesehatan mental. Selain karena menarik tentu saja karena punya hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di zaman ini, meskipun teknologi berkembang pesat tetapi kita cenderung sulit mengontrol perasaan. Kita jadi mudah merasa insecure  melihat pencapaian orang lain, diam-diam merasa iri, sometimes merasa enggak bersyukur dengan yang kita punya. Apa aku depresi? Ya enggak lah. Kalau aku depresi ya enggak akan ada tulisan ini wkwkkwk.

Hari ini aku mau ngebahas tentang depresi yang mungkin sering kita dengar. Atau jangan-jangan kita sendiri pernah self-diagnosis diri kita sendiri depresi? Apa sih definisi dari depresi itu dan apa akibatnya jika kita depresi?

Secara singkat definisi depresi yaitu perasaan murung yang berkepanjangan. menyebabkan kita tak memiliki kemauan untuk melakukan rutinitas kita. kita bisa dikatakan depresi jika: 

  • Perasan murung yang kita rasakan terjadi lebih dari dua minggu
  • perasaan yang cukup berat yang mengganggu pekerjaan, hubungan, dan kehidupan sehari-hari
Secara medis, depresi dapat digolongkan menjadi ringan, sedang dan berat. tingkat depresi  berat yang  serius dapat menyebabkan halusinasi atau delusi.

beberapa gejala dari depresi adalah:
  • dipenuhi pikiran negatif(terutama di pagi hari)
  • merasa memiliki masa depan suram
  • merasa tidak tenang dan merasa terganggu
  • tidur tidak tenang
  • pola makan tidak normal (terlalu banyak makan atau berkurangnya nafsu makan)
  • menjadi sangat perasa dan mudah menangis
  • kelelahan
  • sulit berkonsentrasi
  • motivasi rendah
  • kehilangan keinginan melakukan hal yang disukai
  • rasa bersalah an tidak berharga
  • gelisah
  • merasa tidak berdaya
  • merasa suasana hati tidak akan kembali
  • rasa sakit nyeri fisik yang tidak jelas
  • rasa ingin mencelakakan diri sendiri
Penyebab depresi sendiri memiliki dua faktor. seperti faktor biologis dan faktor lingkungan.
faktor biologis teridiri dari: diturunkan orang tua dan berkurangnya kadar neurotransmiter dalam otak.

Sedangkan faktor lingkungan terdiri dari: pengalaman hidup yang traumatis, terbiasa berpikir negatif, penyalahgunaan obat atau alkohol dan perubahan hormon.

jika ditemui gejala depresi mungkin bisa berkonsultasi ke konselor atau psikolog. Jika merasa harimu berat, ceritalah kepada orang yang kamu percayai sembari mendekatkan diri pada Tuhan. Jika pun menemukan orang terdekat kita menemui sebagian tanda-tanda diatas jangan dihujat, temani dia, dengarkan curhatnya. Karena banyak kasus orang yang bunuh diri karena depresi. Mereka merasa tidak ada yang mendengar mereka. Depresi memang tidak terlihat secara fisik namun bisa membunuh fisik secara perlahan. semoga tidak ada lagi orang-orang seperti Om Chester  Bennington(Vokalis Linkin Park yang bunuh diri karena depresi). 

BTW, jangan asal self-diagnosis depresi sebelum ke psikolog atau konselor ya...

Ku sertakan referensi biar Kalian merasa aku enggak sok tahu wkwkkw. 

Referensi:




Judul buku (Terjemahan): Solusi Praktis mengenali, mengatasi dan mengantisipasi Depresi
Judul Buku (Asli): Simple Guides: Depression
Penulis: dr Rebecca Fox-Spencer dan proffesor Allan Young
Tahun Terbit: 2005

#30HARINGEBLOG
#HARIKE16
#inginjadiaktiviskesehatanmental

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.