Langsung ke konten utama

Perhatian: Tulisan Agak Sensitif!

 

Credit: 
quranforkids.com via pinterest


    Tulisan tentang agama bukanlah keahlianku. Tak berani aku menulisnya meskipun membaca beberapa referensi. Entahlah, aku sendiri tak tahu bagaimana. Mungkin juga karena fenomena saat ini bahwa yang beragama harus selalu berbuat kebenaran tidak boleh salah. Disana-sini koar-koar ini cara ke surga, itu neraka, merasa paling benar dan ah sudahlah. Kenapa jadi menghujat? Astaghfirullah, kayaknya menulis ini perlu banyak istighfar sama baca bismillah banyak-banyak lah biar enggak nambah dosa. 

 Berikut adalah apa ya bagusnya dibilang kritik tentang penganut agama kali ya. Ngomong-ngomong bukan berarti aku enggak suka ajaran agama loh ya. Islam itu benar, tetapi muslim bisa salah. Kalau kata Khabib Nurmagedov (Tahu lah kalian dia itu siapa) "Orang Non-Muslim tidak membaca Al-Qur'an, mereka tidak membaca Hadist. Yang mereka baca adalah dirimu, maka jadilah cerminan islam yang baik." Sedangkan dalam buku Hanum Rais, "Jadilah agen Islam yang baik,".

    Lately, gerakan hijrah ada dimana-mana. Sasarannya tentu saja anak-anak muda dong. Aku enggak mau mengomentari hijrahnya, malah bagus lah masih muda dekat dengan agama. Apa enggak akhirat terus ada di hati?  Tetapi, aku enggak sukanya itu karena merasa belajar agama menjatuhkan sesama. Misal kayak si A yang baru hijrah tahu sedikit tentang hukum langsung menghujat si B yang  jilbabnya enggak sesuai. Padahal kan bisa dibilangi baik-baik. menasihati orang kan ada adabnya. Apa kita hanya fokus tentang ilmu tapi lupa tentang adab? Enggak tahu lah aku, urusan pribadi itu.

    Gerakan hijrah banyak membahas tentang nikah muda. Enggak salah kok nikah muda kalau punya persiapan matang. Masalahnya ini cuma karena menghindari zina. Gini loh kawanku, menghindari zina enggak hanya dengan nikah aja tetapi bisa juga dilakukan dengan puasa sunnah, belajar skill baru, ikut komunitas yang dapat ilmu, ikut lomba dll. Apa masa muda tentang baper-baperan aja? Ya enggak dong, bagaimana mau menyiapkan generasi emas di masa yang akan datang? Kalau diri sendiri malas belajar, malas ikut kajian ilmu, malas membaca ya mustahil lah. semua itu ada ilmunya, dan ilmu itu enggak hanya ditunggu tetapi harus dikejar. 

    Selain itu, banyak orang keblinger di zaman sekarang. Ngambil tafsir ayat al-Qur’an suka-sukanya. Yang dikiranya menafsirkan ayat al-Qur’an bisa sembarangan. Itulah sebabnya ada orang-orang yang memang belajar tafsir al-Qur’an biar enggak sembarangan memahami ayat al-Qur’an yang suci. Yang lebih parahnya, potongan ayat itu digunakan untuk politik dan adu domba. Ckckck, macam jualan ayat bah kutengok.

    Banyak yang ngaku ustad tapi malah mengajarkan kebencian dan mengkafirkan sesama. Nabi aja berdakwah dengan lemah lembut, lah ini malah kayak gitu. Jadi referensinya siapa woi? Yang diteladani kok Cuma poligami aja woi? gaya hidup Nabi yang minimalis masa enggak ditiru? sifat Nabi yang pemaaf kok enggak diteladani? Yang ada-ada aja lah kutengok.

    Jadi, kumohon bacalah tulisan ini jika kamu dalam  keadaan tenang. Karena memang sedikit menyentil keanehan tingkah manusia. Bukan berarti aku sok suci. Aku Cuma pingin Islam yang dibawa Nabi kita sebagai rahmat seluruh alam, memang rahmat seluruh alam. Islam kita itu penuh kedamaian, penuh cinta kasih jangan dipelintir, jangan dibuat jelek. Kan enggak enak kita yang islam, kita pulak yang menjelekkan nama islam. Amal kita memang urusan kita ke Allah, tetapi hubungan kita ke sesama manusia juga perlu dijaga. Kita kan  mengenal hablumminallah dan habluminannas. Meskipun kita rajin ibadah,  jika menyakiti sesama manusia, surga bukanlah milik kita. Akhirul kata semoga kita semua bisa istiqomah di jalan Allah.

#30HARINGBLOG

#HARIKE15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.