Credit:
Tulisan tentang agama bukanlah keahlianku. Tak berani aku menulisnya meskipun membaca beberapa referensi. Entahlah, aku sendiri tak tahu bagaimana. Mungkin juga karena fenomena saat ini bahwa yang beragama harus selalu berbuat kebenaran tidak boleh salah. Disana-sini koar-koar ini cara ke surga, itu neraka, merasa paling benar dan ah sudahlah. Kenapa jadi menghujat? Astaghfirullah, kayaknya menulis ini perlu banyak istighfar sama baca bismillah banyak-banyak lah biar enggak nambah dosa.
Berikut adalah apa ya bagusnya dibilang kritik tentang penganut agama kali ya. Ngomong-ngomong bukan berarti aku enggak suka ajaran agama loh ya. Islam itu benar, tetapi muslim bisa salah. Kalau kata Khabib Nurmagedov (Tahu lah kalian dia itu siapa) "Orang Non-Muslim tidak membaca Al-Qur'an, mereka tidak membaca Hadist. Yang mereka baca adalah dirimu, maka jadilah cerminan islam yang baik." Sedangkan dalam buku Hanum Rais, "Jadilah agen Islam yang baik,".
Lately,
gerakan hijrah ada dimana-mana. Sasarannya tentu saja anak-anak muda dong. Aku enggak
mau mengomentari hijrahnya, malah bagus lah masih muda dekat dengan agama. Apa enggak
akhirat terus ada di hati? Tetapi, aku
enggak sukanya itu karena merasa belajar agama menjatuhkan sesama. Misal kayak
si A yang baru hijrah tahu sedikit tentang hukum langsung menghujat si B yang jilbabnya enggak sesuai. Padahal kan bisa
dibilangi baik-baik. menasihati orang kan ada adabnya. Apa kita hanya fokus
tentang ilmu tapi lupa tentang adab? Enggak tahu lah aku, urusan pribadi itu.
Gerakan hijrah banyak membahas tentang nikah muda. Enggak salah kok nikah muda kalau punya persiapan matang. Masalahnya ini cuma karena menghindari zina. Gini loh kawanku, menghindari zina enggak hanya dengan nikah aja tetapi bisa juga dilakukan dengan puasa sunnah, belajar skill baru, ikut komunitas yang dapat ilmu, ikut lomba dll. Apa masa muda tentang baper-baperan aja? Ya enggak dong, bagaimana mau menyiapkan generasi emas di masa yang akan datang? Kalau diri sendiri malas belajar, malas ikut kajian ilmu, malas membaca ya mustahil lah. semua itu ada ilmunya, dan ilmu itu enggak hanya ditunggu tetapi harus dikejar.
Selain
itu, banyak orang keblinger di zaman sekarang. Ngambil tafsir ayat al-Qur’an
suka-sukanya. Yang dikiranya menafsirkan ayat al-Qur’an bisa sembarangan. Itulah
sebabnya ada orang-orang yang memang belajar tafsir al-Qur’an biar enggak
sembarangan memahami ayat al-Qur’an yang suci. Yang lebih parahnya, potongan
ayat itu digunakan untuk politik dan adu domba. Ckckck, macam jualan ayat bah
kutengok.
Banyak
yang ngaku ustad tapi malah mengajarkan kebencian dan mengkafirkan sesama. Nabi
aja berdakwah dengan lemah lembut, lah ini malah kayak gitu. Jadi referensinya
siapa woi? Yang diteladani kok Cuma poligami aja woi? gaya hidup Nabi yang
minimalis masa enggak ditiru? sifat Nabi yang pemaaf kok enggak diteladani? Yang ada-ada aja lah kutengok.
Jadi,
kumohon bacalah tulisan ini jika kamu dalam keadaan tenang. Karena memang sedikit
menyentil keanehan tingkah manusia. Bukan berarti aku sok suci. Aku Cuma pingin
Islam yang dibawa Nabi kita sebagai rahmat seluruh alam, memang rahmat seluruh
alam. Islam kita itu penuh kedamaian, penuh cinta kasih jangan dipelintir,
jangan dibuat jelek. Kan enggak enak kita yang islam, kita pulak yang menjelekkan
nama islam. Amal kita memang urusan kita ke Allah, tetapi hubungan kita ke
sesama manusia juga perlu dijaga. Kita kan mengenal hablumminallah dan habluminannas. Meskipun
kita rajin ibadah, jika menyakiti sesama
manusia, surga bukanlah milik kita. Akhirul kata semoga kita semua bisa
istiqomah di jalan Allah.
#30HARINGBLOG
#HARIKE15

Komentar
Posting Komentar