Taki dan Mitsuha Credit: pinterest artstation
Istilah wibu pasti udah sering banget kita dengar di
medsos atau mungkin kita sendiri yang mengatai teman kita wibu. Kok malah bahas wibu sih? Apa aku wibu? Ya bukanlah.
Dangkal banget mengataiku wibu karena sering posting lagu Jepang. Beda dong! Jadi
tujuan tulisanku kali ini selain pembelaan ya pengetahuan wibu itu apa sih? kok
bisa ada istilah itu.?
Singkatnya wibu sendiri berarti seseorang (bukan
orang Jepang) yang sangat terobsesi dengan hal-hal berbau Jepang seperti anime
atau manga. Bahkan yang lebih ekstremnya mereka yang dikatakan wibu ini
mengurung diri di kamar (asosial) hanya untuk menonton anime, membaca manga,
membayangkan waifu 2D nya, di kamarnya penuh dengan gambar-gambar waifu atau
husbunya, meremehkan budaya sendiri tapi menjunjung budaya Jepang, sering
menggunakan bahasa jepang saat mengobrol sehari-hari, berperilaku seolah-olah orang
Jepang dan tinggal di Jepang dsb. Aku menulis
singkatnya aja nih, kalau ingin mengerti lebih jelasnya bisa baca banyak
artikel di internet atau menonton
penjelasan di youtube.
Kata wibu sendiri bukan berasal dari Bahasa Jepang
melainkan serapan dari bahasa asing yaitu weeboo. Kata weeaboo sendiri berasal dari cuplikan komik Perry
Bible Fellowship karya Nicholas Gurewitch yang waktu itu tidak memiliki makna
apapun. Pada pertengahan tahun 2000an, berawal dari forum 4chan, kata
ini menggantikan istilah wapanese atau wanna be Japanese sebagai ejekan kepada
orang-orang yang maniak kepada segala hal yang berbau Jepang.[1]
Selain istilah wibu ada juga istilah otaku. Otaku sendiri
dalam Bahasa Jepang berarti menekuni suatu bidang secara mendalam. Kata menekuni
disini perlu digarisbawahi tergantung penempatan katanya. Nah, biasanya orang
yang dijuluki otaku maniak anime dan manga namun tidak separah wibu. Kata temanku
sih gitu, heheheh.
Nah, dari dua penjelasan tadi, istilah wibu dan otaku adalah dua hal yang
berbeda.yang perlu ditekankan orang yang menyukai anime belum tentu wibu bisa
jadi dia otaku atau penikmat anime tapi enggak sampai maniak Tolong banget ya
kalau melihat teman kalian nonton anime kayak Kimi no Nawa, Tenki no ko, Attack
on Titan, Kimetsu no Yaiba, Naruto, Death
Note dan lain sebagainya jangan langsung dicap sebagai wibu. Bisa jadi dia Cuma
penasaran sama alur ceritanya. Atau kebetulan suka grafis animasinya atau malah
suka soundtrack nya.
Apa tujuanku menulis sepanjang ini? Ya karena aku
sedikit kesal dengan orang-orang yang bilang aku wibu hanya karena posting lagu
Jepang. Atau posting cuplikan anime kimi no nawa, tenki no ko dan sejenisnya. Padahal
tujuanku nonton anime dan mendengarkan lagu Jepang ya demi belajar Bahasa
Jepang. Dua semester belajar Bahasa Jepang tapi jurusan Bahasa Inggris itu
susah cuy. Sesusah-susahnya Bahasa Inggris yang jadi musuh bebuyutan masih
lebih parah Bahasa Jepang. Aku enggak mau dong masuk matkul Bahasa Jepang dua
semster tapi enggak dapat apa-apa. Mungkin perlu aku buat perbandingannya kali
ya.
English:
- ·
ToBe ( is, am,
are,was,were)
- ·
16 Tenses
- ·
Hanya satu
sistem penulisan
- ·
Tidak termasuk
bahasa yang sulit dikuasai di dunia (tapi sampai sekarang aku masih belum
menguasai )
- ·
SVO(Subject+Verb+Object)
- ·
Level terdiri
dari A1, A2, B1, B2, C1, C2. Dimana level tertinggi adalah C2
Nihongo
- ·
Partikel (No, Wa.
De, E, O,To,Ni, Ga dsb karena aku enggak ingat)
- ·
Enggak sebanyak
Bahasa Inggris tapi banyak bnetukannya
- ·
Ada lima sistem
penulisan(Hiragana, Katakana, Romaji, Furigana dan Kanji)
- ·
Termasuk Bahasa
yang sulit dikuasai di dunia
- ·
SOV(Subject,
Object+Verb)
- ·
Level terdiri
dari N5, N4, N3, N2, N1. Dimana level
tertinggi adalah N1.
meme ini menjelaskan dengan jelas ya wkwk. Credit: https://www.akibanation.com/10-fakta-bahasa-jepang/
Yang lebih parahnya, orang-orang yang keburu mencap wibu sebelum paham definis wibu. Padahal aku hanya sering posting lagu One Ok
Rock, Radwimps, Higedan, Kenshi Yonezu, dll. dibilang wibu juga. Kayaknya semua
orang yang suka lagu Jepang harus banget dicap wibu. Definisinya aja udah beda,
ya kali disamaratakan. Jujur nih ya aku jarang nonton anime karena merasa enggak
cukup waktu nonton anime, aku juga
jarang nonton drama Jepang, satu-satunya drama Jepang yang pernah kutonton Cuma
Love Lasts Forever itu juga karena enggak sengaja. Selebihnya Cuma dengeri lagu
Jepang. Aku juga enggak akan lupa budaya ku sebagai orang Indonesia dan orang Jawa. Kalau disuruh tinggal di Jepang aku belum tentu mau loh ya, karena disana biaya hidup mahal wkwk. Aku juga enggak punya husbu ya, dinding kamarku yang terpampang nyata adalah kosakata Bahasa Inggris ya bukan gambar anime.
Alasan kenapa aku suka lagu Jepang karena menurutku struktur lagu Jepang itu unik, kalau
diperhatikan seperti musikalisasi puisi. Ditambah liriknya yang puitis udahlah
niat mendengarkan lagu malah puyeng mikiri makna lagunya. Namun, justru itu
bagian menariknya.Sama seperti menyukai lagu berbahasa asing lainnya, lagu
Jepang hanya referensi musikku bukan berarti aku fanatik. Aku suka cara mereka
menganalogikan sesuatu jadi lirik yang puitis. Ditambah suara mereka yang
kebanyakan punya jangkauan vokal bernada tinggi.
Aku juga sering kok mendengarkan lagu berbahasa
Indonesia seperti lagu-lagu dari Dewa19, Padi, Cokelat, Dee Lestari, Tulus,
Nadin dan yang sesuai moodku. Terkadang Aku juga mendengarkan lagu-lagu
berbahasa inggris seperti lagu-lagu Greenday, Hoobastank, Avenged sevenfold,
Linkin Park, Panic! At the disco, Oasis, Lewis Capaldi, Taylor Swift, James
Arthur, One Direction, dsb. Korea juga ku dengeri kok kayak BTS, Day6,
selebihnya soundtrack drakor. Jadi, aku enggak hanya mendengarkan lagu berbahasa Jepang aja.
Ya
intinya, aku bukan wibu hanya karena pernah nonton anime atau Dorama. Aku Cuma suka lagu Jepang (dan One Ok Rock). Hehehhe.
#30HARINGBLOG
#BLOGJANUARI
#HARIKE5
#AKUBUKANWIBU
[1] https://today.line.me/id/v2/article/Apa+Itu+Wibu+Lebih+Parah+dari+Otaku+Ini+Arti+Sebenarnya-QEWGjl


Komentar
Posting Komentar