Langsung ke konten utama

Jangan Dulu Merasa Hebat, Yang Terbaik Belum Datang


  
 







"Jangan dulu merasa hebat yang terbaik belum datang", sebuah kalimat yang tak sengaja kudapat dari salah satu lagu One Ok Rock yang berjudul Grow Old Die Young. Kalimatnya agak aneh dan sulit dipahami atau hanya aku yang merasa begitu? Ngomong-ngomong aku suka banget kalimat itu terlepas dari lagunya yang agak aneh menurutku.  Tapi, kita enggak bahas judul lagu dan liriknya yang agak susah dipahami.  Kita pasti sudah tahu kalau  penyanyi Jepang buat lagu kayak musikalisasi puisi. Aku mau bahas kaitan antara kalimat sepenggal itu dengan opini ku.

    Ketika kita masih sangat muda kadang enggak sengaja terselip dalam hati ingin pengakuan. ketika sudah dapat pengakuan malah merasa hebat. Bukan menghakimi loh ya, karena aku juga pernah begitu. wajar sih, kita yang sedang mencari jati diri ingin lebih dihargai. ingin diperhatikan oleh orang sekitar kita. Namun, tak jarang ada se titik rasa sombong hinggap di hati hingga tak sadar meremehkan. Bukan hanya orang lain, aku juga. 

    Sedikit ceritaku yang punya korelasi dengan kalimat dan lagu tadi. Aku pernah merasa hebat diam-diam dalam hati. Mungkin karena dari kecil di bully verbal jadi kayak enggak mudah untuk percaya diri. Tiba-tiba menemukan wadah yang menghargaiku dan bisa menyalurkan minatku, jadi kayak merasa hebat gitu. Astaghfirullah, diriku yang dulu. Sempat merasa hebat karena sudah menulis dua antologi bareng temanku (Syarifah Alkaf). Terus disadarkan dengan mengikuti tantangan 21 hari bersastra yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara untuk memperingati bulan bahasa. Alhasil ketahuan sekali aku jauh dari kata Mahir. 

    Seketika aku sadar aku mesti banyak belajar untuk dikatakan mahir. Aku mulai baca buku di Ipusnas dan melihat contoh-contoh karya orang lain, baca KBBI dan mencoba menulis setelah setahun vakum. Dari situ aku mulai paham bahwa kita semua sebagai manusia bersinar dengan porsi masing-masing. Ini bukan tentang siapa yang paling mahir tetapi tentang apa yang bisa kita wariskan tentang kita. Seperti di lagu We Are (Lagu One Ok Rock), kita semua adalah cahaya dalam kegelapan. Kita semua bisa bermanfaat untuk sesama kita tanpa harus menyombongkan diri siapa yang paling banyak berkorban.

    Sudut pandang lain tentang kalimat "Jangan Dulu Merasa Hebat, Yang terbaik belum datang" adalah jika kita melakukan sesuatu, lakukan lah seratus persen. Jika kita ingin meraih sesuatu beri usaha seratus persen dan jangan lupa berdoa agar kelak tak menyesal karena tak bersungguh-sungguh. Kita berusaha sembari menikmati proses karena yang terbaik dari kita masih ditempa. Kita tidak merasa hebat agar kita terus belajar dan terus menjadi lebih baik.

    Maafkan paradigma ku yang tidak sistematis karena aku bukan tipe orang yang teratur malah cenderung abstrak. Aku harus mengetik cepat sebelum ide ku hilang dan berakhir buntu. Aku juga orang yang mudah terkena distraksi saat mengerjakan apapun. Aku juga orang yang tidak suka basa-basi (tipikal introvert kayaknya). Maaf untuk banyak menyebut lagu-lagu dari One Ok Rock karena lagu-lagu mereka yang membuatku semangat. Karena selama ini aku mendengarkan lagu patah hati jadi ketika menemukan lagu yang semangat jadi kecanduan. 

#30HARINGBLOG
#BLOGJANUARI
#Harike2

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.