Langsung ke konten utama

Hal Yang Disyukuri di 2021

Enggak terasa 2021 cepat berlalu, sekarang berganti 2022. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasti ada rencana yang gagal. Semoga di tahun baru ini banyak berkah yang mendatangi kita. Aamiin. Jadi,aku mau menulis tentang hal-hal yang aku syukuri dari 2021 yang berlalu.salah satunya kesempatan diterima menjadi volunteer. Salah satu hal yang enggak berani aku ambil di tahun-tahun sebelumnya.

Jadi, bulan Oktober 2021 lalu aku mendaftar volunteer mengajar Bahasa Inggris anak-anak secara online. Awalnya aku enggak yakin bakalan lulus, terlebih aku enggak punya pengalaman mengajar sama sekali. Aku sempat insecure karena kandidatnya banyak yang lebih jago dari aku. Mungkin memang takdirnya, akhirnya lulus jadi volunteer tiga bulan. Selama menjadi volunteer, aku banyak belajar bagaimana mengajari Bahasa Inggris anak-anak lewat zoom. Bukan hanya sekadar mengajari language skills,tetapi juga belajar untuk ceria di depan anak-anak walaupun hari sedang suram-suramnya, belajar sabar karena anak-anak yang sangat aktif coret-coret di layar, belajar mendengarkan cerita anak-anak dan masih banyak lagi pelajaran yang kudapat dari menjadi volunteer.

Sejujurnya, sewaktu masuk kuliah jurusan keguruan aku enggak berharap menjadi guru. Seperti yang terjadi di lapangan, guru di Indonesia digaji rendah ditambah menjadi PNS punya persyaratan tertentu. Belum lagi mengajari anak-anak yang punya motivasi rendah untuk belajar. Dan yang paling berpengaruh lingkungan keluarga dimana masih banyak oran-orang yang tidak menganggap pendidikan itu penting. Double, triple, multiple sekali bebannya. Pada akhirnya menjadi guru benar-benar panggilan hati untuk mengadi. Kira-kira begitu.

Menjadi volunteer benar-benar hal yang paling aku syukuri di 2021 karena berhasil mengubah jalan pikirku. Bukan hanya memantapkan menjadi guru namun mengucap bangga pada diri sendiri. Aku yang selama ini enggak berani ambil peluang, pada akhirnya berani mencoba hal baru. Ingin puk-puk ke diri sendiri bilang ke diri sendiri untuk jangan banyak insecure kalau melihat yang lebih jago dari diri sendiri. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.