Langsung ke konten utama

Cerita tahun ini: tentang teh


credit photo by Stacy Barnes on Unsplash

Udah lama enggak menulis cerita di tahun ini. Soalnya banyak hal-hal yang terjadi di tahun ini. Salah satunya aku yang mencoba beberapa jenis teh di tahun ini. Aku juga gak menyangka kenapa malah sekarang lebih sering minum teh daripada susu. Padahal awalnya cuma coba-coba salah satu jenis teh. Eh, malah lanjut part sekian. Di tulisan kali ini, aku mau nyeritain rasa teh sekaligus cerita kok bisa sampai mencoba beberapa jenis teh.

Semua itu bermula dari aku yang enggak sengaja melihat rak minuman di Indomaret. Aku melihat teh kotak berwarna kuning bergambar bunga, teh krisan. Aku langsung ingat dulu waktu kecil pernah minum teh krisan. Tetapi, aku gak sering beli lagi karena aku lebih suka susu.  Aku masih ingat rasa tehnya, manis campur segar. Soalnya dulu bos mamak sering kasih parsel pasti ada teh krisannya.

Singkat cerita, aku sering beli teh krisan setiap ke Indomaret. Bahkan sedih kalau tehnya habis, soalnya udah terlanjur suka. Terus aku mikir satuannya sekitar 6rban kalo aku beli sebulan udah habis berapa. Karena mikir hal iu, aku nyoba beli di Shopee. Beli 1 kemasan isinya 30 kantong teh biar kalau pengen tinggal buat aja. Lama juga ngabisinnya karena aku gampang bosen. Karena aku agak bosen, aku nyari jenis teh lain.

Aku menemukan teh lain sewatu ke Alfamidi. Sebenarnya aku udah lama pengen nyoba tehnya, cuma harganya agak lumayan sekitar 25rban satu kotak isinya cuma 15 kantong teh. Waktu liat kotaknya nyeletuk kayak, “Lah ini kan merk permen buah-buahan malah ngeluarin produk teh,”. Merk tehnya Fox Infusion tea, sebenarnya ada 2 varian (berries dan lychee). Cuma aku baru nyoba yang berries. Sebenarnya isinya teh hitam cuma ada aroma berries, jadi kerasa manis walau gak pake gula. Aroma tehnya kayak permen fox rasa berries.

Enggak tahu kenapa setelah nyoba 2 jenis teh tadi kayak semakin kepo untuk nyoba jenis teh lainnya. Terus waktu itu ngide ngasih kado Arizka (bestieku) teh melati. Sebenarnya aku mau beli 3 jenis teh(melati, oolong sama chamomile) cuma yang masuk keranjang Shopee cuma dua(Chamomile dan Melati). Ya udah melatinya kukasih Arizka aja. Toh, dia juga suka teh melati. Sebenarnya, aku clueless sama khasiat teh chamomile. Ternyata bagus untuk orang insomnia, obat sakit perut kalau mens, lebih tepatnya punya efek calming. Emang kalau diminum bawaanya kalau gak tenang ya ngantuk.

Sebenarnya aku udah sering minum teh dari kecil, cuma lebih sering minum susu. Aku inget dulu waktu kecil minum teh hijau cap botol yang sering diminum almh nenekku. Aku juga masih inget dulu mamak pernah beli teh merk Lipton. Pas pula disaat itu aku ada tugas gambar produk sewaktu SMP. Ya udah aku jiplak kotaknya tapi kampretnya guru Bahasa Indonesiaku ini maunya sekalian bawa produknya, yang bener ae lah. Aku juga pernah nyoba teh rasa madu kurma, aroma mawar selebihnya teh biasa yang sering diminum bapak-bapak warkop atau teh manis yang kita minum waktu wirid.

Aku merasa setelah rutin minum teh beberapa bulan belakangan ini, agak tenang. Maksudku walaupun stress berat, seenggaknya ada penenang. Minimal ngeteh gak pake gula, biar tersasa rasa tehnya. Terus sewaktu ngeteh sambil refleksi kehidupan yang fana ini. Lalu, mikir kayak setiap orang pasti struggle sama hidupnya. Pentingnya punya rasa syukur biar gak ngebandingin hidup sama orang lain.

Kapan-kapan aku mau nulis lagi ngereview jenis-jenis teh yang udah pernah dicoba.. Walaupun sering minum teh, jangan lupa minum air putih yang cukup! Soalnya yang berlebihan itu gak baik. Minum teh berlebihan juga gak baik untuk ginjal. Stay hydrated, everyone!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.