Langsung ke konten utama

Hal-hal yang aku temui di Twitter

     Belakangan hari ini aku membaca banyak tweet di twitter. Kebanyakan tentang hujatan dan juga fanwar antar fandom kpop. Sepintas kayak kurang kerjaan ya tetapi aku melihat pola interaksi disana. Aku jadi berpikir, ternyata tidak semua orang yang punya akun memakai akunnya dengan bijak. Dengan kemajuan teknologi kayak sekarang, harusnya media sosial digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat atau penghilang stress. Namun, ternyata tidak yang ada malah sebaliknya.

    Seperti di Twitter, ada sebuah opini yang mungkin bagi sebagian kontra. Bukannya malah diingatkan tetapi malah dihujat habis-habisan. Bahkan parahnya dibully sampai tutup akun. Terlebih fans fanatik yang bar-bar. Kalau idolanya dihujat, mengerahkan massa untuk report ramai-ramai dan ujungnyayang dihujat tutup akun.

 

Bentar menghela nafas dulu.....

Bentar nyusun kata-kata di kepalaku dulu....

    Entah sejak kapan twitter jadi sarana untuk menyebar energi negatif kepada sesama penggunanya. Enggak tahu kenapa sosial media jadi media cyberbullying sampai merusak mental orang. Aku  agak aneh dengan fakta ini, kadang kesal juga bacanya karena setiap hari lewat timeline. Ada aja yang diributin toh yang diributin gak terlalu penting: Cuma masalah selera. Simpelnya memaknai kata “Tidak suka” sebagai “Benci” padahal tidak suka belum tentu benci. Bisa saja memang bukan seleranya, terus kenapa harus marah-marah kalau gak sejalan? Padahal bisa klik  “Tidak tertarik”.  padahal juga bisa skip kalau gak suka. Mute kalau muncul. Memang kita gak bisa kontrol kelakuan orang, tapi kita bisa kontrol diri kita untuk buat media sosial kita nyaman.

    Selain masalah ribut-ribut masalah selera, di media sosial juga rentan sexual harasment. Sexual harasment bukan hanya kejadian di dunia nyata dan berita di televisi. Tapi di twitter juga ada. Perempuan seolah gak punya tempat aman cuma untuk sekedar unggah foto. Ada aja laki-laki aneh otak selangkangan yang mesum. Kayak contohnya nge-dm untuk ngajakin nge-room. Atau komentar seksis sampai buat orang risih. Atau juga nge-dm ngirim genital dia ke stranger. Kelakuan-kelakuan kayak gitu buat geleng-geleng kepala. Terus kalau udah rame sok-sok klarifikasi lagi berasa artis. Mana klarifikasinya kayak gak ikhlas. Hadeh, menghela nafas. Kayak heran aja gitu perempuan gak ngapa-ngapain postingannya bisa kena sasaran juga. Kalau ada yang bilang perempuan dilecehkan karena pakaian,  sorry bro gak sepenuhya bener. Liat museum yang nyimpen pakaian korabn-korban yang diperk***, gak semua terbuka, mirisnya malah korbannya ada yang masih anak-anak. Pelecehan seksual itu yang salah memang otak pelaku yang gak bisa mengontrol nafsu binatangnya, bukan salah korban. Bahkan ketika korban gak berontak, bukan berarti dia setuju. Bisa jadi respon tubuhnya yang membeku karena ketakutan dan shock jadi satu. 

Selain ribut masalah selera, orang-orang mesum, ada juga orang-orang yang sengaja caper untuk dapat validasi. Kayak menfees di base yang tentang hamil luar nikah. Kayak dia dan pacarnya yang berbuat, dia nanya base karena kebingungan. Padahal kan dia ngelauin itu dengan consent, kenapa malah berasa korban? Berasa woman gak support woman ya bro? Woman support woman hanya berlaku kalau keadaannya pas. Kalau membodohi diri sendiri ya nggak. Menfess  kayak gitu beneran buat orang kesel dan naik darah. Kok bisa sih? udah banyak kasus kayak gitu dimana-mana. Apa gak belajar dari kesalhan orang lain?  Hadeh, minusnya yang ngelauin hal itu kalo gak minor ya masih jadi tanggungan orang tua. Sialnya merea belum siap mental jadi orang tua. Haduh miris.

Dan paragraf terakhir aku mau bahas  tentang fanfiction au 18++ yang ditulis minor. Kayak premis film Dear David yang di tayang di Netflix itu loh hahhaha. Ini sih permasalahan yang udah bertahun-tahu, di wattpad banyak bertebaran. Aneh anak belasan tahun menulis adegan dewasa dengan lancaranya. Apa itu imajinasi atau memang konsumsi tontonan? Atau malah bacaan? Ngeri ya adik-adik kita otaknya keburu rusak karena pornografi yang bisa diakses dari media sosialnya. aku merasa ngeri sewaktu bacanya (I’m a legal btw wkwk), sumpah kayak ngerasa beneran mikir separah ini ya? Apa kita lalai sebagai orang dewasa ngawasin adik-adik kita? Gak tau aku jawabannya. Pokonya kalau baca tulisan mereka beneran buat geleng-geleng kepala, selain bahasanya jelek banget(frontal), pasti gak pake riset, dan anehnya fanficnya itu pakai karakter orang asli kayak idol kpop, aktor, aktris ya publik figur lah intinya. Kayak, kok bisa bayangin kayak gitu? Aku aja gak tega bayangin karena aku gak bisa bayangin mereka gimana ya kalau tahu dijadiin  fantasi liar kayak gitu sama fansnnya? Aku gak habis pikir sumpah sama tulisannya. Kalau dibahas masalah ini gak bakal kelar. karena kita gak bisa mengontrol orang lain xixixi.

Sekian, sampai jumpa di tulisanku berikutnya😆

keterangan:

fanwar: berbalas tweet untuk jelekin atau belain idol ya intinya kayak orang berantem lah karena belain idol kpop/anme dsb

cyberbullying: bullying yang dilakukan secara daring

 dm atau direct message: pesan pribadi antar pengguna di twitter

fanfiction au: karya tulis penggemar dengan latar sesuai dengan imajinasi penulis. biasanya sangat berbeda jauh dengan cerita aslinya.contohnya Au Naruto tapi Naruto nikah sama Sakura bukan Hinata dengan latar sesuai imajinasi penulis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.