Langsung ke konten utama

Untuk Tasya (919 kata)

 CONGRATULATIONS FOR PASSING THE THESIS DEFENSE, TASYA!

Ditulis oleh temanmu yang sering kamu panggil kawai


Abstrak

Tulisan ini sesuai permintaanmu sewaktu kita berfoto usai teman kesayanganmu sidang skripsi. Jadi, hanya inilah yang bisa kutulis. Tujuan tulisan ini sebagai hadiah sidangmu yang tak akan pernah rusak atau berkurang nilainya. Bahkan ketika kamu tua kamu tetap bisa membukanya kembali selama linknya masih ada di internet.

 

INTRODUCTION

Teruntuk Tasya, temanku yang baik hati selamat ya sudah sidang skripsi. Mulai hari ini, kamu sudah bergelar sarjana pendidikan, walau belum resmi. Aku yakin jika kamu jadi guru pasti mengajarkan siswa cara berpikir kritis, tidak harus sepertimu mungkin juga bisa lebih darimu atau kurang. Seperti kata Khalil Gibran dalam bukunya The Prophet, “Guru yang berjalan dalam bayang-bayang pemujaan, di antara para pengikutnya, tidak membagikan kearifannya, tetapi keyakinan dan kecintaannya. Jika memang bijaksana, ia tidak akan memintamu memasuki rumah kebijaksanaannya, tetapi membimbingmu ke pintu pikiranmu sendiri,”. Kamu pasti paham maksud kalimat itu kan? Aku yakin kamu paham maksud kalimat indah Kahlil Gibran karena seingatku kamu pernah bercerita pernah membaca karya Kahlil Gibran. Aku berdoa jika kamu nanti jadi guru, bisa menjadi guru yang bijaksana. Tetapi, jika kamu tidak berkesempatan menjadi guru semoga kamu menemukan pekerjaan yang baik dan sesuai kompetensi mu.


RESULTS AND DISCUSSION

Sebenarnya aku tidak tahu ingin menulis apa. mungkin ucapan selamat karena sudah sidang. Aku bangga kamu bisa bertahan di era yang menguras mental dan energimu. Belum lagi kendala ini itu saat menyelesaikan skripsi. Arc* skripsi sudah berakhir, sebentar lagi arc baru akan dimulai. Kalau kamu bingung apa arti arc ntar aku buat keterangannya di bawah. Jadi keikut temanmu ngomongin Arc hahaha. Aku sangat tahu kamu orang yang konsisten buktinya menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu. Target mu sudah tercapai tinggal menunggu yudisium dan wisuda. Ya sudah tanpa banyak pembukaan mungkin aku hanya menulis seputar kilas balik pertemanan kita.


Aku sudah berulang kali bilang kesan pertama saat aku mengenalmu kurang baik. kamu dianugerahi Tuhan rahang yang tegas, membuatmu terlihat angkuh dan sombong walaupun sebenarnya kamu hanya dominan. Ya, seperti kesan pertama yang orang lain katakan, aku mengira kamu sombong. Tetapi, bukankah kesan pertama akan berubah seiring berjalannya waktu? 


Saat aku berbicara dengan yang lainnya di kelas tentang One Direction, kamu menambahkan kalau kamu juga fans One Direction. Dari situ pertemanan kita dimulai. Awalnya kita hanya menceritakan tentang One Direction namun, berakhir dengan menceritakan banyak hal. Bukan melulu tentang akademis, hal sederhana tentang sudut pandang banyak topik. Salah satunya  tentang penerimaan diri dan standar kecantikan yang membuat perempuan insecure. Kita juga bertukar pikiran tentang patriarki, selebihnya bercerita hal-hal acak yang mengganjal pikiran. Aku tidak bisa menuliskan banyak topik yang kita bahas, banyak banget saking nyamannya ngobrol. 


Meskipun kita sering ngobrol dan diskusi, pikiranmu dan pikiranku sebenarnya kontra. Kamu sering menggunakan logika sehingga terkesan orang yang egois. Lalu, aku lebih sering menggunakan intuisiku. Tak apa, lalu kita tertawa karena pemikiran kita berbeda. Kita jadi saling tahu sudut pandang masing-masing kan? Kamu menyajikan fakta, aku memberikanmu hasil observasi sekitarku. Terkadang kamu juga yang menyadarkanku secara tidak langsung bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan perasaan.


There’s something I like about you, yeah it’s your mind. Pikiran manusia itu ada-ada aja isinya. Kamu itu open-minded walau kadang kelewatan. Terkadang aku mengatai liberal tapi, konteksnya bercanda. Toh, kamu kan belum jadi Nidah Kirani** hehehe. Tapi, jangan sampai jadi Nidah Kirani ya walau sesesat apapun pikiranmu. Pikiranmu enggak sesat, Cuma mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Lagipula pemikiran seseorang terbentuk karena asupan yang diterima kan? Seperti buku, film, tontonan atau bisa jadi orang sekitar. Ini kalau ngomongin pikiran enggak bakal siap-siap, cabangnya banyak kayak linguistik wkwk. Kalau dipikir-pikir, hebat juga ya kamu saudara-saudaramu wibu kamu konsisten jadi penikmat western. 


Selain pemikiran yang kontra, kita juga punya kisah yang kalau dibuat novel menurutku bisa. Ya, aku menyukai seseorang dan seseorang itu menyukaimu. Aku tidak akan menyebutkan nama atau inisialnya di tulisan ini. Kisahnya sudah selesai dengan akhir kita bertiga sebagai tokoh mencari kebahagiaan masing-masing. Kalau di kisah lain yang latarnya bukan dunia kita saat ini, mungkin pertemanan kita akan renggang. Tetapi, dari kisah ini aku menyadari bahwa perasaan tidak bisa dipaksa. Kisah lengkapnya hanya beberapa orang yang tahu, karena kita merahasiakannya. Lagipula apa hebatnya kisah itu, tidak semua orang ingin tahu kan? 


Aku menyadari untuk menemukan teman diskusi itu tidak mudah. Di dunia yang aku tempati saat ini, aku bersyukur kamu ada. Walau kebanyakan cerita kita tidak punya topik spesifik tetapi aku menikmati obrolan kita. Kita punya banyak perbedaan, tak apa kita masih bisa beriringan sebagai teman. Tetap jadi pendengar ya, tetap jadi orang baik ya.


CONCLUSION

Kesimpulan dari tulisan ini adalah terima kasih untuk waktu-waktu yang kamu sempatkan untuk bercerita denganku. Terima kasih sudah mau mendengarkanku. Walau kadang ada gak jelasnya. Kamu perempuan yang keren, independen, cerdas, cantik dengan porsi pas kelebihan dan kekuranganmu. Tetap mencintai diri sendiri ya! manusia sekarang banyak yang kurang bahagia soalnya. Sialnya mereka mencari kebahagian dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain. Kamu jangan gitu ya! Semua tentangmu sudah pas porsinya dari yang Maha kuasa. Sebagai teman aku akan tetap mendukungmu walau mungkin kita akan jarang ketemu dan ngobrol lagi karena sibuk urusan masing-masing. Juga terima kasih juga sudah hadir seusai ujian Komprehensif, itu seperti perayaan kecil walaupun cuma makan siang bareng.


Sekali lagi selamat sudah sidang ya Tasya, semoga langkahmu ke depannya dipermudah yang Maha pemberi rezeki. Semoga kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Catatan:

*Arc: kumpulan chapter yang membahas suatu peristiwa. Istilah ini biasanya dipakai di manga atau anime.

**Nidah Kirani: tokoh utama dalam novel Tuhan, izinkan aku jadi pelacur karya Muhidin M Dahlan.

 


Komentar

  1. Huaaa🥺🥺... Kalau aku jadi tasya bakalan terhura banget sjh..

    BalasHapus
  2. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA bagusss banget🥺🥺🥺🥺🥺jadi pengen dibikinin tulisan seindah ini☹️ keren kereeennnnn👍👍😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.