Baru saja potongan memori terlintas. Namun, bukan berarti aku ingin kembali ke masa itu. Mungkin, beberapa orang tahu aku pernah di fase friendzone. Uuh, sakit sih tapi ada hikmahnya. Tetapi, kita semua tahu jika jatuh cinta sepaket dengan rasa kecewa dan patah hati. Bukan patah hatinya yang harus disesali, tetapi hikmah apa yang harus kita petik dari episode patah hati kita.
Kita semua pasti tahu kalau beberapa orang ditakdirkan Tuhan hanya beberapa episode dalam hidup kita. Kalau dulunya dekat dan sekarang udah jauh. Sederhana sih, episode dia dalam hidup kita sudah berakhir.
Aku mau cerita keluh kesahku malam ini. Aku bukan enggak bisa move on ya dari seseorang yang menurutku baik banget. Ada banyak hal yang membuatku tertarik dengannya seperti: dia itu misterius(aku jadi ingin memecahkan teka-teki mengapa dia misterius), dia jago main gitar(aku pernah minta dia nyanyiin lagu Amin Paling Serius), dia humoris, dia unik dan hal yang paling kusuka dia adalah pendengar yang baik.
Shit, susah menemukan orang yang bisa mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Kau tahu lah, banyak orang yang terobsesi dengan adu nasib. Walaupun tahu daya juang kita beda-beda. Enggak tahu kenapa orang suka adu nasib padahal enggak ada perlombaan apalagi hadiah.
Kayaknya aku tahu, kenapa bisa senyaman itu. Jawabannya adalah percakapan tengah malam. Iya kami sering berdiskusi hingga tengah malam. Membicarakan banyak hal random. Gibah dosen, bahas jurusan, rencana masa depan, isu terkini, adu puisi dan lain-lainnya. Percakapan tengah malam yang jujur ditambah hanya dia yang selalu menjawab pesanku tepat waktu. Sudahlah, aku merasa kami sefrekuensi dan sepertinya dia cocok. Percakapan tengah malam itu harusnya sakral cuy. Enggak bisa untuk orang sembarangan kalau enggak mau berakhir dengan perasaan atau sesuatu yang tak kau inginkan. Percakapan tengah malam itu jujur karena suasana menjadi hening dan kita khusyuk menikmati momen. Ahh, seperti orang yang hopeless romantic ya.
Pada akhirnya, Tuhan mendekatkan kami sementara hanya untuk memberi pelajaran. Pada akhirnya, akan ada orang yang ditakdirkan untuk merubah kita meski tidak secara langsung. Pada akhirnya jatuh cinta sepaket dengan patah hati. Pada akhirnya, Tuhan memberiku kemampuan untuk memahami sesama. Pada akhirnya, aku harus menjadi pendengar yang baik dan tentu saja open-minded.
Sekian
*Hai, kalau kamu baca ini. Jangan kira aku belum move on ya. Aku baik-baik saja, tenanglah! Aku sedang sibuk jadi fangirl One Ok Rock.... hehehehe
Komentar
Posting Komentar