Langsung ke konten utama

Efek Depresi Terhadap Kesehatan Otak



    Depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama periode tertentu. Penyebab depresi bermacam-macam, salah satunya adalah kehilangan orang yang dicintai. Depresi tidak hanya merusak kesehatan mental tetapi juga dapat merusak otak penderita. Depresi yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai masalah di otak seperti menyusutnya ukuran otak, terbatasnya pasokan oksigen ke otak, radang otak, dan penuaan dini otak.

    Pertama, ukuran otak menyusut. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa depresi dapat membuat ukuran otak di daerah tertentu menyusut. Depresi tergantung pada berapa lama depresi berlangsung dan tingkat keparahan depresi. Pada orang dengan depresi, bagian otak yang menyusut adalah hippocampus, thalamus, amygdala, dan otak depan.

    Kedua, terbatasnya pasokan oksigen ke otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa depresi berhubungan dengan kekurangan oksigen dalam tubuh (hipoksia) yang dapat merusak jaringan dan sel-sel tubuh. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa menyebabkan jumlah oksigen di organ tubuh dan otak menurun.

    Ketiga, radang otak. Peradangan di otak bisa menyebabkan sel-sel otak mati dan mengurangi kerja dan fungsi otak, serta membuat aliran darah lancar tanpa otak. Namun, ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

    Keempat, penuaan dini otak. Dalam jangka panjang, depresi bisa menyebabkan peradangan, kerusakan, dan menghambat kemampuan otak untuk memperbaiki jaringan sel otak yang rusak. Jika dibiarkan, depresi dapat meningkatkan kepikunan atau kepikunan.

    Depresi dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi otak yang cukup parah. Karena itu, penderita depresi perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dari psikiater. Jika perawatan dilakukan dengan cepat, maka kerusakan otak dapat dicegah. Pada akhirnya, kita tahu bahwa depresi tidak dapat diremehkan. Jika kita memiliki teman, teman atau keluarga, beri dukungan kepada mereka. karena orang yang depresi membutuhkan dukungan dan pelukan kita.



link article:
https://intinews.co.id/depresi-itu-berbahaya/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.