Langsung ke konten utama

Bukan Untuk Diratapi




Bukan Untuk Diratapi


Mungkin Tiba Masanya
Semua Harus Berakhir
Yang Ada Harus Pergi
Yang Dekat Makin Jauh

Ini Sudah Kodrat Kehidupan
Sudah Menjadi Hukum Alam
Tak Pantas Untuk Diratapi
Biarlah Pergi Dan Berakhir

Kelak Kau Akan Lihat Dari Sisi Lainnya
Jika Kau Lebih Kuat Dari Batu Karang Di Samudera Lepas
Masa Lalu Bukan Momok Yang Menakutkan
Jika Kita Bisa Mengikhlaskannya

Dan Menata Kembali Masa Depan,
Ikhlaskan Mereka Yang Meninggalkanmu
Karena Tuhan Telah Mengganti Dengan Yang Lebih Baik
Tuhan Takkan Membiarkanmu Jatuh Dan Bersedih

Dia Selalu Ada Untuk Orang-Orang Yang Percaya Takdir-Nya
Ikhlaskan Jangan Diratapi
Meski Berat Menusuk Kalbu
Meski Batin Tergores Sembilu

Masa Lalu Tak Pernah Salah,
Dia Hanya Singgah Untuk Memberi Pelajaran
Ambil Hikmahnya,Jangan Takut Untuk Melangkah
Masa Depan Telah Menunggumu,

Masa Lalumu Boleh Saja Kelam
Tapi Masa Depanmu Harus Cerah,
Tak Peduli Disakiti Oleh Mereka,

Kelak Mereka Hanya Jadi Penonton Di Kala Kau Berhasil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Baik Tak Berbalas

Foto oleh David Alberto Carmona Hidup ini tidak adil, katamu. Iya aku tak bisa menyangkal kalau itu pendapatmu. Kau bebas berpendapat. Toh, nyatanya adil menurut manusia berbeda dengan adil definisi Tuhan. Akhir-akhir ini kau merasa lelah. Berbuat baik dengan ikhlas nyatanya tak berbalas. Memang sih kita tak boleh mengharap orang lain membalas kebaikan kita. Tetapi, ketika kita berbuat baik tidak dibalas itu meninggalkan rasa sakit. Ada rasa kecewa gitu kayak," Kok enggak bisa gantian ya? Kan aku enggak minta berlebihan,". Ingin memaki dalam hati rasanya. Nyatanya kita tak bisa mengharapkan semua manusia yang kita tolong akan menolong balik. Kita tidak bisa mengharapkan kebaikan kita berbalas. Kita tak bisa menuntut cinta dari orang yang kita cintai diam-diam *out of topic*. Tapi ya tapi kita bisa melatih diri kita untuk Ikhlas hanya mengharap Rido Tuhan. Ya biar enggak kecewa-kecewa banget kalau nyatanya enggak berbalas. Ya barangkali Tuhan memang tahu kamu sebaik itu. Jadi ...

Sama Tapi Tak Bersama

Tanpa terasa (hampir) tiga tahun sudah berlalu. Tentu saja, aku sudah semester enam sekarang. Aku akhirnya lega, aku mengatakannya. Sesuatu yang selama ini sesakkan dada. Meski akhirnya dianggap bercanda. Dia tak percaya, aku menyimpan rasa. Entah karena tandanya tak terlihat jelas, atau dia yang tahu tetapi malah abai. Nyatanya dia malah ingin mendekatkanku dan temannya. Mungkin dia salah paham. Tiga tahun aku dapat apa? Selain bilur yang menjalar di batinku. Dia yang aku kira punya banyak kesamaan akan bersama. Nyatanya, aku hanya mengenal kulit luarnya. Aku kira aku cukup mengenalnya, rupanya aku benar-benar tak mengenalnya. Meski hampir setiap hari bertatap muka dan hanpir setiap hari bertukar pesan. Statusku hanya teman, jika pun naik level hanya jadi teman dekat. Patah hati kali ini mengajarkanku pentingnya mencintai diri sendiri. Melihat ke dalam diri jika ada banyak hal yang membuatku bahagia. Patah hati kali ini membuatku semakin mengerti arti hidup. #hukumankawala...

Semua manusia punya celah untuk salah

Sembari menulis sembari merenung dosa-dosa saya yang enggak bisa dituliskan disini. Bukan karena sok pencitraan namun kita semua tahu bahwa aib harus ditutup. Bukan begitu teman? Semua manusia pasti punya celah untuk berbuat salah. Namun, dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menyempurnakan akhlak agar baik di hadapanNya.